
Singkawang – Membaca nyaring bukan sekadar aktivitas membaca buku dan mengenal huruf kepada anak, tetapi sebuah kebiasaan yang mampu membentuk masa depan anak. Inilah pesan utama yang digaungkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring Kategori Orang Tua yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang pada Kamis, 18 September 2025, di Aula DISPUSSIP, Jalan Merdeka No. 78 Singkawang Barat.
Kegiatan yang menghadirkan Ilham Setiawan, S.Sn. sebagai narasumber mengajak 50 peserta dengan kategori orang tua untuk aktif membacakan cerita kepada anak dengan teknik yang benar. Membaca nyaring dinilai mampu menumbuhkan minat baca, melatih imajinasi, dan memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang menekankan, gerakan literasi dimulai sejak di lingkungan rumah. “Orang tua yang berhasil mengembangkan literasi pada anak adalah mereka yang berhasil menanamkan budaya gemar membaca sehingga anak-anak sudah tertarik dan terbiasa membaca buku bahkan sebelum menempuh pendidikan formal,” ujarnya.
Bimtek ini merupakan rangkaian kegiatan literasi berbasis DAK-NF Perpustakaan Nasional, yang dibagi ke dalam tiga kategori: guru, pegiat literasi/pengelola perpustakaan, dan orang tua. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diminta mempraktikkan langsung teknik membaca nyaring di depan forum dipandu oleh narasumber sehingga kegiatan membaca nyaring menjadi lebih jelas dan memberikan kesadaran kepada orang tua melalui praktek dan materi yang disampaikan.
Dengan kegiatan ini, masyarakat khusunya para orang tua diajak bersama-sama menjadikan membaca nyaring sebagai budaya keluarga. Satu cerita maupun buku yang dibacakan orang tua setiap hari bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi tumbuhnya generasi cerdas dan berkarakter di Kota Singkawang.